---
Ciri-Ciri Isim Ma’nawiyah:
1. Tidak dapat dirasakan oleh pancaindra.
2. Merupakan sesuatu yang abstrak, seperti perasaan, sifat, atau konsep.
3. Biasanya terkait dengan ide atau keadaan.
---
Contoh Isim Ma’nawiyah dalam Bahasa Arab:
Perasaan:
حُبٌّ (hubbun) = cinta
خَوْفٌ (khawfun) = ketakutan
أَمَلٌ (amalun) = harapan
حُزْنٌ (huznun) = kesedihan
Konsep atau Keadaan:
عِلْمٌ (‘ilmun) = ilmu
حَقٌّ (haqqun) = kebenaran
حُرِّيَّةٌ (hurriyyah) = kebebasan
صَدْقٌ (shidqun) = kejujuran
Sifat:
عَدْلٌ (‘adlun) = keadilan
قُوَّةٌ (quwwah) = kekuatan
صَبْرٌ (shabrun) = kesabaran
كَرَمٌ (karamun) = kemurahan hati
---
Penggunaan dalam Kalimat:
1. الْعِلْمُ نُورٌ
(Al-‘ilmu nurun)
= Ilmu adalah cahaya.
2. الْحُبُّ يُقَوِّي الْقَلْبَ
(Al-hubbu yuqawwi al-qalba)
= Cinta menguatkan hati.
3. الْعَدْلُ أَسَاسُ الْحُكْمِ
(Al-‘adlu asasul hukmi)
= Keadilan adalah dasar pemerintahan.
4. الصَّبْرُ مِفْتَاحُ الْفَرَجِ
(As-shabru miftahu al-faraj)
= Kesabaran adalah kunci dari kelapangan.
---
Perbedaan dengan Isim Dzatiyah:
Isim Dzatiyah: Mengacu pada sesuatu yang konkret atau dapat dirasakan oleh indera, seperti kitab (buku) atau rajul (laki-laki).
Isim Ma'nawiyah: Mengacu pada sesuatu yang abstrak, seperti ilmu (pengetahuan) atau sabar (kesabaran).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar